

Kenali 
Kelima juri memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda dalam menilai setiap karya. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, dengan melihat bagaimana desain kemasan, konsep, dan pengalaman Augmented Reality (AR) dapat saling melengkapi menjadi satu kesatuan.
Bagaimana Karya Dinilai


Built For Meaningful Connections
NPEA 2026 menyatukan brand, perusahaan kemasan, pendidik, dan mitra kreatif untuk mendukung generasi desainer muda Indonesia.
Memasuki NPEA 2027, kami terus memperkuat kemitraan ini sekaligus menyambut organisasi baru yang memiliki komitmen serupa terhadap talenta kreatif masa depan.
“Senang banget bisa melihat karya-karya baru dari teman-teman mahasiswa di NPEA 2026. Banyak banget hal yang bisa diintegrasikan melalui physical packaging dan Augmented Reality.”
Muhammad Imaduddin, Co-Founder & Managing Director at DEIO and Secretary General at ADGI , Offline Judging NPEA 2026
- Kemitraan dirancang secara khusus, bukan berdasarkan tingkatan atau paket. Semuanya dimulai dari percakapan.
- Setiap kemitraan dibangun atas keselarasan tujuan yang nyata, bukan sekadar daftar manfaat.
- Mitra berkesempatan terlibat lebih dekat dengan platform desain mahasiswa paling tepercaya di Indonesia.
- Kemitraan yang tepat dapat memperkuat citra brand, jalur pengembangan talenta, dan posisi perusahaan di industri.
Sampaikan Minat Anda
Kami akan merespons dalam 2 hari kerja dengan informasi langkah selanjutnya.

Hubungi Kami via WhatsApp
Ingin mengobrol langsung? Klik tombol di bawah untuk membuka percakapan WhatsApp dengan tim NPEA yang sudah disiapkan.
Frequently asked questions
Siapa saja juri NPEA 2026?
5 Juri international: Ariana Susanti, Business Development Director, Indonesian Packaging Federation, Faddy Ravydera, Co-Founder & Creative Director, SUKA STUDIO, Muhammad Imaduddin, Co-Founder & Managing Director, DEIO, serta Sekretaris Jenderal ADGI, William Berlian, Co-Founder, Waykambas Branding, Yulia Saksen, Co-Founder & Director, Creativeans
Bagaimana sistem penilaian NPEA 2026?
Berdasarkan lima kriteria penilaian yang telah ditetapkan: desain visual dan daya tarik di rak (25%), kekuatan cerita budaya dan konsep (25%), kualitas dan nilai pengalaman AR (25%), integrasi fisik dan digital (phygital) (15%), serta kesesuaian dengan brief dan kualitas eksekusi (10%).
Apakah proses penjurian dilakukan secara anonim?
Ya. Nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa (NIM), dan asal universitas disembunyikan sebelum karya diberikan kepada para juri. Dengan begitu, setiap karya dinilai murni berdasarkan kualitasnya.
Apakah pemenang People's Choice Award dipilih oleh juri?
Tidak. Pemenang People’s Choice Award ditentukan melalui pemungutan suara publik yang dilakukan secara terpisah dari penilaian juri. Karya Kemplang Udang Bangka oleh Olivia Aditya berhasil meraih Juara Kedua berdasarkan penilaian juri, sekaligus memenangkan People’s Choice Award berdasarkan pilihan publik. Dua proses penilaian yang berbeda, dengan satu karya yang berhasil meraih keduanya.








